welder
source : youtube

Jenis Cacat Pengelasan Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya

 

Ada macam-macam cacat pada pengelasan yang sering terjadi dan setidaknya perlu Anda ketahui. Memang pada dasarnya ada banyak jenis cacat las yang bisa saja terjadi dalam proses tersebut. Sebaiknya beberapa darinya perlu dikenal dan dipahami lebih lanjut. Jenis cacat pengelasan sendiri disebut juga dengan istilah weld defect dan seringkali terjadi karena adanya prosedur yang salah dalam pengelasan. Namun bagaimana posisi hasil las yang salah dan bagaimana bentuknya bisa diketahui dari penjelasan berikut.

Mengenal Jenis Cacat Pengelasan

1. Cacat las undercut

undercut
cacat undercut

Yang dimaksud dengan undercut disini adalah jenis atau macam cacat las yang ada tepatnya pada bagian akar atau permukaan. Jadi bentuk dai cacat las undercut ini hampir menyerupai cerukan. Cacat macam ini biasanya tejadi pada bagian base metal atau di bagian logam induk. Cacat las jenis ini sebenarnya bisa saja terjadi pada hampir semua sambungan las. Mulai dari sambungan las fillet dan butt serta lap atau bisa juga pada las corner serta edge joint.

Cacat las model ini bisa saja terjadi karena adanya beberapa hal. Seperti misalnya karena adanya arus pengelasan yang terlalu besar atau bisa juga karena speed atau kecepatan proses las terlalu tinggi. Cacat las model ini juga bisa saja terjadi karena adanya ayunan tangan dari pihak pengelas yang bisa dibilang kurang merata atau ayunannya terlalu cepat.

2. Cacat las porositi

porositi
cacat porosity

Jenis cacat pengelasan yang selanjutnya adalah porositas atau porosity. Cacat las jenis yang satu ini rupanya berupa sebuah lubang kecil tepatnya pada logam las atau weld metal. Porositas ini merupakan jenis cacat las yang bisa saja terjadi di bagian permukaan maupun di bagian dalam logam. Jika ditelusuri secara lebih lanjut diketahui bahwa porositas ini terdiri dari tiga jenis atau tipe.

Baca Juga  Jenis Advance Non Destructive Test (NDT) Dan Manfaat Penggunaannya

 

1. cluster porosity tipe porisity dimana pada umumnya tampak adanya lubang keci yang bergerombol disatu area sehingga menyerupai cluster.

2. blow hole porosity tipe porositi berbentuk seperti sebuah lubang dengan dengan ukuran lebih besar dari tipe gas pore.

3. gas pore porosity.tipe porositi berbentuk sebuah lubang dengan ukuran lebih kecil dari tipe blow hole

Ketiga tipe ini bisa saja terjadi misalnya karena adanya gas hydrogen yang muncul akibat panas las, memakai welding rod yang lembab, tegangan listrik yang digunakan terlalu tinggi , arus listrik yang digunakan terlalu rendahatau atau bisa juga karena faktor lain.

3. Cacat las slag inclusion

slag inclusionSelanjutnya ada pula macam atau jenis cacat las yang juga sering terjadi yaitu slag inclusion. Cacat las slag inclusion ini merupakan jenis cacat yang terjadi tepatnya pada hasil las. Jadi bentuk dari cacat jenis ini berupa slag atau flux yang mencair. Cacat las slag inclusion disebut terjadi saat ditemukan flux yang mencair di dalam las.

Biasanya hal ini terjadi pada area stop ataupun run dalam proses pengelasan. Istilah stop dan run dalam hal ini mengacu pada saat awal dan pada saat berhentinya proses pengelasan. Jenis cacat ini tampaknya bisa dilihat secara lebih jelas dengan cara melakukan pengujian radiografi ataupun bending. Umumnya cacat las macam ini terjadi karena sudut pengelasan yang salah atau hal lainnya.

4. Cacat las Incomplete Fusion

incompletefusionWelding defect atau cacat las juga umumnya terjadi dalam bentuk incomplete penetration atau yang juga sering disebut dengan istilah IP. Cacat las jenis ini rupanya terjadi pada area root atau pada akar las. Jadi cacat las ini dikatakan terjadi jika pengelasan di bagian root tidak sampai tembus. Atau bisa juga cacat jenis ini dikatakan terjadi jika reinforcemen pada bagian akar las berbentuk cekung. Memang cacat las jenis IP ini dapat terjadi karena berbagai hal namun dapat juga dicegah.

Baca Juga  Pengujian Magnetic Test Sebagai Solusi Mendeteksi Cacat atau Diskontinuitas Pada Obyek

Sebagian jenis cacat pengelasan paling umum seperti di atas tampaknya sudah biasa dihadapi oleh welder. Bahkan welder berpengalaman sudah pasti bisa melakukan pencegahan agar tidak sampai terjadi berbagai jenis cacat las tersebut. Dengan demikian resiko lebih lanjut juga dapat dihindari akibat adanya cacat tersebut.

5. Cacat Las Tungsten inclusion

Tungsten Inclusion
source :officerofthewatch.com
(tungsten inclusinon)

Selanjutnya ada pula cacat las yang lain yaitu tungsten inclusion. Untuk cacat las yang satu ini umumnya dikatakan terjadi jika tungsten mencair. Lebih tepatnya cacat las jenis ini terjadi saat tungsten yang mencair tersebut kemudian melebur hingga menjadi satu dnegan weld metal. Sekilas jenis cacat ini hampir sama dengan slag inclusion. Namun jika dilihat secara lebih detail melalui radiografi akan tampak bahwa slag inclusion bewarna lebih terang. Umumnya jenis cacat las yang satu ini terjadi pada saat proses pengelasan GTAW.

6. Cacat Las Misalignment

misalignmentMisaligment  (linear misaligment) adalah adanya perbedaan tinggi antara plat yang di joint atau dikenal juga dengan istilah Hi-Lo. Selain itu ada yang disebut dengan angular misalignment dimana adanya perbedaan nilai sudut dari setiap sisi plate yang di join.

 

7. Cacat Las Overlap

overlapOverlap merupakan hasil pengelsan yang terlalu melebar sehingga tidak terjadi fusi (peleburan) yang maksimal . Overlap dapat terjadi di permukaan atau di root (akar) capping. Biasanya penyebabnya adalah karena pergerakan dan teknik dari welder yang salah atau kurang presisi, arus listrik yang digunakan terlalu rendah, kecepatan saat pengelasan terlalu lambat

8. Cacat Material

parent material defectCacat pada material ini biasanya terjadi akibat benturan ataupun saat proses manufaktur (pembuatan). Biasanya cacat ini disebabkan pada saat dilakukan grinda tidak sempurna, benturan benda tajam

9. Cacat Las Underfill

Cacat las underfill merupakan cacat yang disebabkan kurangnya pasokan / pengisian logam saat pengelasan, arus yang digunakan tidak sesuai atau rendah.

 

10. Cacat Las Crack

Cacat crack adalah cacat seperti retakan yang terdapat pada hasil pengelasan, umumnya ini terjadi karena pendinginan yang terlalu cepat setelah pengelasan. Cacat Crack di bagi menjadi 2 jenis

Baca Juga  Apa saja syarat untuk menjadi seorang WI, Dimana Pelatihannya
hot crack
source: arxiv.org
  1. Hot crack merupakan cacat yang terjadi di ujung lasan  ketika welder berhenti melakukan aktifitas lasannya (saat kristalisasi). Di kenal juga dengan istilah  hot shortness, hot fissuring,  solidification cracking dan liquation cracking. Hot crack terjadi ketika
    • Temperature >1200 derajat celcius
    • Composisi Carbon (C), Sulpur (S), Phosphorus (P) terdapat kotoran atau tidak murni
    • Tidak tercapainya suplai cairan las secara maksimal (kekurangan kawat las saat pengelsann)

Cara mencegah terjadinya Hot Crack

    • Melakukan PWHT
    • Komposisi Weld Metal yang sesuai
    • Mengikuti WPS (Prosedur Pengelasan)
cold crack
source: teeldata.info cold crack
  1. Cold Crack yang sering dikenal juga dengan istilah hydrogen induced merupakan cacat yang terjadi karena adanya hydrogen yang terjebak saat pengelasan, sehingga timbul retakan di area HAZ (Heat Affective Zone). Karena proses pendiginan yang terlalu cepat mendorong hydrogen yang terjebak di Area HAZ meyebabkan stress ke material.

Cara mencegah terjadinya  Hot Crack

  • Melakukan Pre Heat untuk mengurangi stress setelah pengelasan
  • Perlambat Proses pengdinginan sesudah pengelasan
  • Kecepatan pengelasan di sesuaikan dengan WPS yang telah dibuat
  • Spesial filler metal dan proses pengelasan utnuk mengurangi terjadinya hydrogen induced

Terdapat 2 posisi crack pada pengelasan

Longitudinal weld crack

 

  1. Longitudan Metal Crack dimana posisi searah dengan area lasan

transver metal crack

2. Transverse weld metal crack dimana posisi melintang pada area lasan

 

Untuk memudahkan anda mengetahui jenis pengelasan seperti apa yang menyebakan cacat yang berbeda- beda. Semua itu dapat kita temui di ASME IX. Disana telah dijelaskan dan dibuat kan tabelnya secara terperinci, sehingga welder harus mampu mengetahui dan mengatasi kemungkinan cacat yang akan timbul akibat pengelasan. Berikut tabelnya

type discontuinity
ASME IX

Macam-macam cacat pada pengelasan seperti di atas mungkin sudah cukup sering ditemui. Sekalipun bisa saja Anda melihatnya namun tidak tahu persis namanya. Seluruh jenis atau macam cacat las tersebut tentu saja dapat dicegah agar tidak sampai terjadi. Tentu pencegahannya bisa dilakukan dnegan beberapa cara yang cenderung berbeda.

Source : beberapa artikel dari google sepeti TWI, ASME IX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *